Beasiswa Bazma Pertamina
Inilah
Saya Bagi Keluarga dan Kontribusi yang Telah, Sedang, serta Akan Saya Berikan
untuk Indonesia
Dinnar Puspitasari
Institut Pertanian Bogor
082242093311/dinnarpuspitasari21@gmail.com
Nama
lengkap saya adalah Dinnar Puspitasari, sedangkan nama panggilan saya adalah
Dinnar. Saya dilahirkan di Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah, pada
tanggal 21 Januari 1999. Saya merupakan anak kedua dari dua bersaudara, dengan
kakak bernama Dannar Priantoro, dari pasangan Bapak Sukisno dan Ibu Jumiati.
Semenjak
kecil, saya dididik dari dua latar belakang orang tua yang berbeda. Ayah saya
adalah anak kolong yang sedari kecil mengenal dunia militer, namun orang tua
beliau berasal dari Solo yang terkenal dengan kelembutannya, karena itu ayah
saya mampu mengkombinasikan sifat tegas dan lembutnya sesuai dengan situasi.
Sedangkan ibu saya adalah seorang yang tegas, keras, disiplin, dan mandiri.
Kedua latar belakang tersebut membentuk saya untuk dapat survive di segala kondisi. Faktor kesalahan manajerisasi keuangan
keluarga juga membentuk pribadi saya menjadi orang yang lebih hemat dan
berkembang lebih cepat dari semestinya.
Sedari
kecil saya berjuang untuk menjadi yang terbaik dan untuk membanggakan kedua
orang tua saya. Saya belajar keras, mengenal pengetahuan baru, mengenal bahasa
baru, dan masuk ke dunia penulisan. Saya ingin menjadi yang terbaik untuk
keluarga saya. Karena itu, dengan pengetahuan dan pengalaman yang saya miliki,
saya mencoba untuk menjadi motivator keluarga dan tempat curhat ibu saya, saya
sering menjadi translator bahasa
Inggris bagi ibu saya, saya menjadi penengah saat keluarga dalam konflik,
setiap hari memberi informasi keagamaan lewat via WhatsApp, dan saat saya pulang kampung, saya akan menyempatkan diri
membimbing, mendidik, dan memotivasi adik-adik sepupu saya, agar mereka
berkembang lebih baik dari saya dahulu. Meskipun begitu, saya juga masih
seorang anak yang menangis saat ada masalah. Dan saya tidak akan mengubah
kedudukan saya sebagai anak, walaupun saya sering memberi nasehat kepada orang
tua.
Saat
saya berada di bangku kelas VII, saya sangat merasakan bahwa adanya saya di
dunia ini juga mempunyai manfaat. Saya menjadi guru pembimbing anak-anak TK
untuk menyanyi religi dan belajar menghapal doa-doa pendek, dan menjadi guru
pembimbing untuk anak-anak SD belajar membaca Al-Qur’an dan belajar tajwid.
Sewaktu saya SMA, saya terlibat dalam kegiatan Adiwiyata dan OSIS. Kegiatan
adiwiyata tersebut membuat saya sadar akan lingkungan, mulai dari membuang
jenis-jenis sampah di bak yang berbeda; memanfaatkan sampah daun menjadi kompos
dengan bantuan molase dan EM4; memanfaatkan limbah pasar dan urin sapi menjadi
pupuk cair, biopestisida, dan mikroorganisme lokal; memanfaatkan getah daun
menjadi pewarna batik; membudidayakan ikan hingga tahap pengolahan; dan
mengenal berbagai tanaman langka. Pengalaman tersebut membuat saya sadar akan
arti penting lingkungan dan terpatri dalam diri saya untuk melestarikan dan
merawat Sumber Daya Alam yang ada. Sedangkan di dunia perkuliahan, saya
merasakan kontribusi saya dalam memproklamirkan gerakan halal. Saat itu,
Gerakan Halal diadakan di Bundaran HI, saya banyak bercengkerama dengan
masyarakat tentang pentingnya penggunaan produk halal dan atm halal. Banyak
masyarakat yang belum tahu bahkan tidak tertarik dengan menggunakan ATM Syariah
dengan alasan satu dan lain hal. Di situ, saya dan rekan-rekan sedikit demi
sedikit berargumen untuk meluruskan pola pikir mereka tentang Syariah. Di lain
sisi, saya juga mendapat banyak wejangan dari komunitas Sepeda Onthel tentang
arti kehidupan di dunia yang sebenarnya.
Sekarang,
saya sedang aktif membuat karya tulis dan essay
untuk diikutsertakan ke dalam lomba. Saya berkolaborasi dengan teman dekat,
mencoba untuk merancang Gerakan Cinta UMKM Indonesia, yaitu sebuah gerakan yang
mengembangkan UMKM halal yang dioperasikan oleh mahasiswa. Selain itu, saya
menjadi Volunteer dalam acara Road to Desa Halal, di sana saya akan
mengajarkan pada anak-anak SD tentang religi, mengenai kisah-kisah Nabi dan
para Tabi’in, mengajarkan doa sehari-hari, dan mengajarkan cara membaca Iqra
dan Al-Qur’an sesuai tajwid.
Saya
berharap kelak saya menjadi jiwa yang berpengalaman dan berpendidikan yang
tinggi, sehingga saya dapat membagikan ilmu yang saya punya untuk orang lain
terutama keluarga. Saya ingin mencoba menjadi delegasi Indonesia di luar negeri
untuk mengembangkan sektor Ekonomi Islam dunia, ingin berperan aktif membangun
dan mengembangkan potensi desa yang saya tempati, dan ingin menjadi woman socio-techno-agri-sharia-preneur
dengan mengembangkan pertanian halal berbasis teknologi dan mementingkan sektor
sosial lingkungan.
Esai ini saya buat
untuk mengikuti program
Beasiswa
Baituzzakah Pertamina (Beasiswa BAZMA Pertamina)
Komentar
Posting Komentar