Menghadapi Masa Awal Kuliah

      Kuliah berbeda dengan sekolah tingkat menengah. Di mana kita harus hidup mandiri (bagi yang jauh dari orang tua) dan memanage keseharian antara kuliah dan kehidupan umum. Bagi yang jauh dari orang tua jangan heran jika home sick selalu mengganggu kita hingga tiba-tiba menangis di kamar kos atau asrama. Masalah lain tentu datang tak jauh-jauh dari masalah ekonomi karena menanggung biaya UKT yang terlampau mahal juga ditambah biaya kehidupan sehari-hari yang memang terlalu pusing untuk dipikirkan.

     Semua bayangan akan masa-masa kuliah terbayang seakan menjadi momok yang membuat kita menjadi patah semangat. Yang dulu ketika masih duduk di bangku SMA memimpi-mimpikan ingin kuliah di Universitas A atau B, sekarang lenyap karena impian yang sudah digapai itu masih dirasa kurang puas karena masih banyak kendala yang harus dihadapi.
Untuk mencegah hal itu, kita harus mempersiapkan matang-matang apa yang kita butuhkan dan apa yang kita biasakan.

1. Mencegah home sick
    Bagi Camaba (calon mahasiswa baru) yang tidak pernah jauh-jauh dari orang tua memang sulit untuk menghilangkan home sick. Jauh dari orang tua membuat kita kangen kepada kehidupan rumah maupun kehidupan kampung halaman. Tapi tidak berarti kita jadi ngedrop untuk kuliah atau bahkan merengek-rengek minta pulang.

     Bagi yang Universitasnya terdapat Kating (Kakak Tingkat) yang satu sekolah waktu SMA itu bagus untuk mencegah home sick. Selalu komunikasi dengan Kating, jika terdapat masalah dapat curhat ke Kating, atau dapat juga menggunakan bahasa daerah untuk meredam rasa rindu pada kampung halaman.

     Langkah yang selanjutnya bisa dengan memperbanyak sosialisasi dengan teman-teman baru, perbanyak keceriaan, dan lingkupi kegiatan sehari-hari dengan aktivitas yang positif. Inshaallah lama-kelamaan tidak diserang dengan penyakit home sick apalagi baper.

2. Tanggungan UKT yang mahal
    UKT (Uang Kuliah Tunggal) adalah sistem yang banyak digunakan oleh Universitas sekarang ini. UKT merujuk pada penghasilan orang tua. Tapi tidak menutup kemungkinan UKT itu masih tidak efektif terhadap realita keuangan yang dihadapi oleh suatu keluarga. Ada beberapa Universitas yang menerapkan UKT dengan pendapatan kotor orang tua, padahal pendapatan bersihlah yang diterima orang tua untuk mencukupi kebutuhan kita sehari-hari.

     Biasanya bagi orang tua PNS telah ditentukan UKTnya karena gaji di setiap golongan telah dipatok resmi oleh pemerintah. Dan UKT bagi anak PNS biasanya cenderung tinggi. Terus bagaimana jika gaji orang tua masih tidak relevan dengan pembayaran UKT?

    Kita bisa mengajukan banding kepada pihak yang berwenang, yaitu dengan mengajukan permohonan keringanan UKT. Beri bukti yang sebenarnya jika pendapatan orang tua benar-benar tidak cukup untuk membayar UKT ditambah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, jika diperlukan beri penjelasan secara lisan kepada pihak yang berwajib.

     Dana yang kurang karena tidak bisa ikut bidik misi juga bisa diatasi dengan mencari beasiswa di Universitas. Penuhi semua aturan dan persyaratannya, inshaallah beasiswa dapat diperoleh. Biasanya beasiswa didapat saat semester 2 ke atas karena ada persyaratan yang mengharuskan kita mendapatkan IP lebih dari 3.0 atau  semacamnya tergantung beasiswa apa yang akan kita ambil.

3. Kehidupan sehari-hari
    Kehidupan sehari-hari memang sangat memusingkan jika harus dihitung-hitung menggunakan rumus ekonomi yang sangat njlimet. Tapi biasanaya di lingkungan kampus, rumah makan mematok harga yang ramah di kantong para mahasiswa. Ada juga restoran di sekitar kampus yang trendi dengan harga yang relatif mahal. Jadi intinya adalah sesuaikan dengan budget yang kita miliki.

     Jika ingin yang lebih irit, bisa membawa kering tempe dari rumah untuk persediaan makan selama di kos atau bisa juga join dengan teman-teman satu kos memasak bersama.

     Masalah yang lain ada pada pakaian kotor, jika waktu kuliah padat kita boleh saja loundry. Tapi kalau mempunyai waktu luang dan dalam rangka pengiritan dimohon dengan sangat untuk mencuci baju sendiri. Hitung saja sebagai olahraga ataupun mengisi waktu luang yang memang bingung mau melakukan apa.

4. Memilih UKM yang tepat
    UKM atau singkatan dari Unit Kegiatan Mahasiswa juga perlu diperhatikan oleh Camaba. Terkadang saking semangatnya ingin berorganisasi, malah memilih banyak UKM. Salah-salah UKM yang terlalu banyak itu justru yang menyebabkan IP kita turun. Oleh karena itu, kita harus dewasa dalam memilih UKM. Caranya dengan memilih UKM yang sesuai dengan prodi/jurusan yang kita ambil atau boleh juga UKM yang merupakan hobi kita. Jangan memilih UKM yang sekiranya bisa memberatkan kehidupan sebagai mahasiswa.

     Dan tentunya masih banyak hal lain yang perlu dibahas oleh Camaba dalam mempersiapkan hari-hari kuliah. Yang terpenting adalah optimis dan hadapi masalah yang ada dengan pikiran jernih juga terbuka. Jangan memikirkan masalah terlalu berlarut-larut yang kemudian membuat kita tidak semangat lagi untuk menghadapi masa kuliah.

Semoga bermanfaat.

Komentar